Selasa, 25 November 2014

Unreached Love


Tugas membuat Narrative Text mata kuliah Bahasa Inggris. Mendapat nilai 85 dengan komentar "too much watching fairy tale? good writing and few errors".

            Once upon time, there was a beautiful young child in Brawijaya Kingdom. Her name is Ayu. She lived with her parents in their small woody lively comfortable cottage. One day there was a terrible war between nations. Ayu’s parents were killed that day. Ayu moved to her cruel relatives. Their name are Uncle Ipal and Auntie Tasya. They treated Ayu like their slave. Eventough Ayu treated badly by her family, she always nice to them.
Ten years later Ayu has grown up into a beautiful lovely charming young lady. Her beautiness has sproud into the universe. Her beautiness is heard by the cruel absolute leader named Esa, President of Slovakia. He damn wanted to take Ayu as her 21st wife. Therefore Esa sent his right arm, nanda the demolisher went to Brawijaya Kingdom. He searched Ayu’s residence. When he found out the residence, he killed her family and left Ayu alone. When he saw Ayu in the face, Nanda the demolisher fell in love with her at the first sight. Instead of brought to Esa the President, Nanda took her in to a remote island and lived happily together.
When Esa the President found out that he was betrayed by Nanda, he was furious.

Senin, 29 September 2014

Teh Nisa "Cantik" !



Bismillaahirrahmaanirrakhiim...
Beberapa bulan yang lalu saya dipertemukan dengan perempuan barpakaian warna hijau lengkap dengan kerudung lebar tanpa ada lekuk tubuh yang terlihat sedikitpun, yang pada awalnya saya malas untuk mengamatinya lebih lama. Saat dimulainya acara tersebut, semua tamu undangan saling bersalaman sebelum duduk di kursi yang telah disediakan. Apa yang perempuan tersebut lakukan? Dia menolak bersalaman dengan guru sepuh sekolah saya. Apa perempuan itu tidak mau bersalaman dengan lawan jenis? Apa takut menyebabkan syahwat? Ah, pak guru kan sudah tua masa iya mau macem-macem Mbak? Perasaan underestimate saya waktu itu dilatarbelakangi perempuan tersebut menolak


Selasa, 16 September 2014

Ketika Garam Tak Lagi Asin



Mungkin sebagian dari kita masih ingat kala kecil hampir setiap pagi sebelum pelajaran dimulai kita selalu menyanyikan lagu yang dapat memberi semangat kepada pelajar, generasi penerus bangsa. Lagu “Kolam Susu” mungkin salah satunya. Lagu ini kerap dinyanyikan dengan suara lantang, memuji anugrah Tuhan akan Indonesia, membanggakan kekayaan Indonesia. Tapi masih samakah perasaan kita bila menyanyikan lagu tersebut detik ini juga? Benarkah Indonesia tanah surga? Orang bilang tanah kita tanah surga.
Mengapa tanah kita tanah surga?

Sabtu, 05 Juli 2014

Ketika Harus Memilih Putra-Putra Terbaik Bangsa



Prabowo atau Jokowi....


Sehubungan dengan akan diadakannya pagelaran akbar negara, Pemilihan Presiden tahun 2014, saya sebagai pemilih pemula kerap kali dibingungkan dengan berbagai kampanye dua calon presiden yang ada di beberapa media massa. Ada yang menjatuhkan lawan,

Selasa, 29 April 2014

Ibu, Ummi, Mamak, Ama, Bunda





Kini usianya menginjak setengah abad, namun langkahnya masih tak pernah kalah denganku yang baru belasan tahun.
Ia juga tidak mengenyam pendidikan tinggi seperti anggota keluargaku yang lain, namun ia mampu mendidik kami sampai kami menjadi manusia yang berguna (aamiin).
Mungkin madu kasih sayang yang kami dapatkan di keluarga berbeda dengan teman-teman seusia kami (dulu), disiplin, kerja keras, tanggung jawab. Ya semoga bekal itulah yang akan mengantarkan kami menuju kesuksesan.
Kau tahu siapa yang aku ceritakan?

Aku menceritakan ibuku, ibu kami.
Saat aku mengisi formulir atau sejenisnya, pekerjaan ibu selalu aku isi dengan ibu rumah tangga. Berbeda dengan teman-temanku yang mengisinya dengan guru, dosen, PNS, ataupun lainnya. Tapi, kerjanya ibuku sebagai ibu rumah tangga jauh lebih berat dari mereka yang lain (sejauh pengamatanku). Ibu pagi-pagi sudah menyiapkan sarapan, bukan hanya untuk kami berlima, terkadang untuk enam sampai lima belas orang di setiap harinya. Setelah makanan siap perempuan ini menuju sawah yang jaraknya tak jauh dari rumahku, mengantarkan makanan untuk pekerja. Untung kalau sehari hanya satu kali, kalau sampai dua kali, berarti tugasnya bertambah. Setelah itu mengurus rumah beserta jemuran hasil panen di rumah dikerjakannya sendiri dan atau beberapa orang perempuan lagi sampai sore hari. Tidur siang? Gak ada!
Ibuku bukan ibu sosialita. Beliau tak mengenal facebook, sehingga tidak akan mengeluh dengan update status “Aduch aquwh c4pek b0lak baLik caWah truZ niCh”. Apalagi menguggah foto selfie-nya saat di sawah di instagram, tidak akan pernah. Perempuan ini masih sangat sederhana, tidak akan ribut bertukar pin bbm seperti perempuan yang pernah aku temui di suatu tempat.
Kalau ibu teman-temanku berperan sebagai mentor saat anaknya menjelang ujian. Rela mengeluarkan uang beratus-ratus ribu untuk biaya bimbel. Mengantarkan bahkan menunggu anak gadisnya yang sedang menjalani ujian. Ibuku tidak demikian. Ibuku lebih suka berlama-lama bersimpuh di akhir sepertiga malam.
Ibumu? Ceritakan padaku.

Sabtu, 29 Maret 2014

Revolusi Mimpi - Meniti Masa Depan



Hari ini aku mulai merangkai kembali mimpi-mimpiku. Stalking tadi sore benar-benar menggoyahkan keegoisanku untuk menjadi wanita karier sukses tanpa peduli apa yang terjadi di luar sana. Beberapa jam yang lalu aku terpaku di depan laptop sembari mengintip profil kakak-kakak hebat nan sukses. Mereka yang sudah dijanjikan kemapanan hidup di kota dengan segala hiruk pikuknya, namun lebih memilih untuk berjuang, mengabdi, berbagi kebahagiaan untuk anak-anak di pelosok Nusantara. Mereka yang rela barbagi ilmu pengetahuan untuk memajukan ppendidikan Indonesia, ya, demi Indonesia.

Jumat, 28 Maret 2014

Jember, Lovely Destination



Pict by : 4.bp.blogspot.com
Pernah mendengar nama Jember? Atau mungkin pernah berkunjung ke Jember?
Yaa, Jember adalah asal daerah saya, tempat dimana saya dilahirkan, dibesarkan, tempat menuntut ilmu, dan tempat saya menuju tahap kedewasaan.
Jember yang terletak di selatan Pulau Jawa ini menyimpan sejuta potensi ini sangat cocok bila dijadikan tujuan wisata. Bila dulu Jember hanya dikenal dengan kemashuran pantainya, kini Jember mulai mengembangkan wisata lainnya seperti agrowisata, taman nasional, wisata kuliner, wisata air, sampai karnaval. Untuk oleh-oleh khas Jember pin kini semakin beragam, mulai dari batik Jember, suwar-suwir, dan prol tape.

Kamis, 27 Maret 2014

Apa Kabar Masa Lalu?

Dari dibuatnya puisi ini sampai sekarang, mungkin inilah karya terbaik yang berhasil saya buat. Mungkin perasaan yang sedang dirasakan dapat mempengaruhi seseorang dalam berkarya, mungkin.

Sendu, kelabu
Menyeruak menyelimuti kalbu
Gundah, risau
Menghantam kepercayaan
Menggoyahkan keselarasan
Memporak-porandakan ketegaran
Menghancurkan ketangguhan
Menentang kehaqiqian
Cinta putih
Pedih, perih

I am a Dreamer

Kalau ditanya siapa yang ingin sukses, pasti semuanya mengacungkan tangannya. Kalau ditanya siapa yang sudah punya mimpi untuk jadi orang sukses, mungkin sebagian orang tadi menurunkan tangannya. Dan kalau ditanya siapa yang sudah berusaha untuk menjemput mimpinya itu, pasti tangannya disimpaan baik-baik di bawah meja. Iya kan? Sayapun demikian, hehehe. Lantas apa yang harus kita lakukan? Pasrah? Mengeluh? Tentu tidak dong, saya tahu kalau kalian itu hebat, pantang menyerah, kerja keras dan kerja cerdas untuk menggapai mimpi-mimpi kalian. Kalau boleh bercerita sedikit tentang diri saya, i am the real dreamer. Mimpi saya segudang namun usaha yang saya lakukan mungkin baru sepuluh sampai duapuluh persen. Apakah dengan demikian mimpi saya akan tercapai? Tentu tidak, saya sadar betul itu. Namun, setelah mengikuti beberapa seminar dan membaca buku motivasi, hidup dan mimpi saya mulai terarah. Saya mulai dengan menulis ulang mimpi-mimpi yang sebelumnya saya pasang di tembok menjadi lebih singkat dan (insyaallah) lebih tepat. Saya juga memasang kalimat-kalimat penyemangat yang niatnya agar saya tetap on fire,

Selasa, 25 Maret 2014

Ini Ujian Lhooo!! -citcitcit

                Malam ini sebenarnya masih dalam pekan Ujian Akhir Sekolah, bahkan besok mata pelajaran yang diujikan adalah matematika- yang mungkin menjadi momok sebagian besar pelajar. Namun pemikiran-pemikiran yang berkecamuk sedari tadi pagi terlalu menggangguku ketika aku mulai mencoba berkonsentrasi pada sederet rumus yang belum aku pahami dengan benar. Aku harus meluapkan ini, menumpahkan semua keluh kesah ini. Aku sudah mencoba untuk bercerita kepada ibuku, lalu kau tahu apa jawabnya? “iya Bu Guru nggak tahu, tapi kan Tuhan Maha Tahu”. Lalu

Kamis, 20 Maret 2014

Awal Perjuangan - Meniti Masa Depan



AWAL PERJUANGAN - MENITI MASA DEPAN
Oleh Mukhibatul Hikmah

Alhamdulillah. Setelah menghabiskan waktu cukup lama untuk memikirkan jurusan dan universitas, tombol finalisasi akhirnya ter-klik juga. Semoga Sosiologi Universitas Indonesia benar-benar yang keputusan terbaik untuk masa depanku. Aamiin. Perlu perjuangan yang tidak mudah untuk memilih Sosiologi dan UI. Sederet pertanyaan dan pernyataan selalu muncul saat aku bercengkrama dengan orang-orang terdekat. Kok Sosiologi sih, mau jadi apa nanti?

Jumat, 14 Maret 2014

Welcome to Seksi Gallery

Alhamdulillah UN kurang 30 hari lagi. Belum mantep di semua materi sih, tapi insyaAllah sudah siap. Bukannya siap ga siap harus siap ya? hehe. Sebelum menghadapi UN, kami siswa kelas 12 di SMAN 1 Jember harus menghadapi Try Out Kabupaten Jember dan UAS terlebih dahulu, ya kira-kira sekitar dua minggu lah. Jadi waktu belajar di kelas bareng @seksismasa tinggal dua minggu lagi deh. hiks