Kalau ditanya siapa yang ingin sukses, pasti semuanya mengacungkan tangannya.
Kalau ditanya siapa yang sudah punya mimpi untuk jadi orang sukses, mungkin sebagian orang tadi menurunkan tangannya.
Dan kalau ditanya siapa yang sudah berusaha untuk menjemput mimpinya itu, pasti tangannya disimpaan baik-baik di bawah meja.
Iya kan? Sayapun demikian, hehehe.
Lantas apa yang harus kita lakukan? Pasrah? Mengeluh? Tentu tidak dong, saya tahu kalau kalian itu hebat, pantang menyerah, kerja keras dan kerja cerdas untuk menggapai mimpi-mimpi kalian.
Kalau boleh bercerita sedikit tentang diri saya, i am the real dreamer. Mimpi saya segudang namun usaha yang saya lakukan mungkin baru sepuluh sampai duapuluh persen. Apakah dengan demikian mimpi saya akan tercapai? Tentu tidak, saya sadar betul itu. Namun, setelah mengikuti beberapa seminar dan membaca buku motivasi, hidup dan mimpi saya mulai terarah.
Saya mulai dengan menulis ulang mimpi-mimpi yang sebelumnya saya pasang di tembok menjadi lebih singkat dan (insyaallah) lebih tepat. Saya juga memasang kalimat-kalimat penyemangat yang niatnya agar saya tetap on fire,
namun itu hanya efektif untuk minggu-minggu pertama, minggu selanjutnya saya mengidap penyakit malas lagi. Lalu saya pernah membaca buku dimana buku itu membawa dampak positif yang agak lama untuk saya. Di buku itu dijelaskan bahwa untuk mencapai kesuksesan ada beberapa pilar yang harus kita tegakkan terlebih dahulu, salah satunya sepasang bidadari.
Loh kok sepasang sih? Siapa aja? Bapak Ibu? Iya benar, bidadari pertama adalah orang tua dan yang kedua adalah pasangan kita (nanti). Berhubung sekarang saya belum punya pasangan jadi saya akan bahas bidadari yang pertama saja. Oke. Lets go!
Apa yang harus kita lakukan dengan orangtua kita? Sampaikan mimpi-mimpi kalian kepada mereka, minta mereka untuk mendoakan kalian agar dipermudah untuk menggapai mimpi kalian. Ingat, restu Allah adalah restu orangtua. Dengan demikian kekuatan doa kalian akan menjadi double power.
Setelah merundingkan mimpi dengan orangtua, saya berusaha sekuat tenaga untuk menggapai mimpi saya itu. Jangan pernah ada kata lelah. Kata lelah hanya akan mengahambatmu menuju sukses. Kata yang menunjukkan seolah-olah kalian telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga, padahal juga tidak sedramatis itu. Dan kalau kalian sedang berada di titik jenuh, ingatlah bahwa kesuksesan kalian sudah dekat. Bukankah Tuhan begitu dekat? Jadi bertahanlah. Oh iya, jangan lupa untuk bersedekah. Karena dengan bersedekah, Tuhan akan mengabulkan doa kalian, pasti. Allah sudah berjanji kok, jadi kalian tenang aja. Setelah dirasa semua usaha sudah dilakukan, adukan semua pada Tuhan, sandarkan apa yang telah kalian usahakan kepada Tuhan. Tuhan selalu tau kok apa yang kita butuhkan. Percayakan semua pada Tuhan. Tuhan kita kan hebat!! Tetap semangat untuk menjemput mimpi kita.
Ini bidadari saya, mereka tak bersayap sebagaimana bidadari yang kita jumpai di negeri dongeng. Mereka yang rela meleleh demi kebahagiaan kami.
Sumber : dokumentasi pribadi


0 komentar:
Posting Komentar