Selasa, 29 April 2014

Ibu, Ummi, Mamak, Ama, Bunda





Kini usianya menginjak setengah abad, namun langkahnya masih tak pernah kalah denganku yang baru belasan tahun.
Ia juga tidak mengenyam pendidikan tinggi seperti anggota keluargaku yang lain, namun ia mampu mendidik kami sampai kami menjadi manusia yang berguna (aamiin).
Mungkin madu kasih sayang yang kami dapatkan di keluarga berbeda dengan teman-teman seusia kami (dulu), disiplin, kerja keras, tanggung jawab. Ya semoga bekal itulah yang akan mengantarkan kami menuju kesuksesan.
Kau tahu siapa yang aku ceritakan?

Aku menceritakan ibuku, ibu kami.
Saat aku mengisi formulir atau sejenisnya, pekerjaan ibu selalu aku isi dengan ibu rumah tangga. Berbeda dengan teman-temanku yang mengisinya dengan guru, dosen, PNS, ataupun lainnya. Tapi, kerjanya ibuku sebagai ibu rumah tangga jauh lebih berat dari mereka yang lain (sejauh pengamatanku). Ibu pagi-pagi sudah menyiapkan sarapan, bukan hanya untuk kami berlima, terkadang untuk enam sampai lima belas orang di setiap harinya. Setelah makanan siap perempuan ini menuju sawah yang jaraknya tak jauh dari rumahku, mengantarkan makanan untuk pekerja. Untung kalau sehari hanya satu kali, kalau sampai dua kali, berarti tugasnya bertambah. Setelah itu mengurus rumah beserta jemuran hasil panen di rumah dikerjakannya sendiri dan atau beberapa orang perempuan lagi sampai sore hari. Tidur siang? Gak ada!
Ibuku bukan ibu sosialita. Beliau tak mengenal facebook, sehingga tidak akan mengeluh dengan update status “Aduch aquwh c4pek b0lak baLik caWah truZ niCh”. Apalagi menguggah foto selfie-nya saat di sawah di instagram, tidak akan pernah. Perempuan ini masih sangat sederhana, tidak akan ribut bertukar pin bbm seperti perempuan yang pernah aku temui di suatu tempat.
Kalau ibu teman-temanku berperan sebagai mentor saat anaknya menjelang ujian. Rela mengeluarkan uang beratus-ratus ribu untuk biaya bimbel. Mengantarkan bahkan menunggu anak gadisnya yang sedang menjalani ujian. Ibuku tidak demikian. Ibuku lebih suka berlama-lama bersimpuh di akhir sepertiga malam.
Ibumu? Ceritakan padaku.