Kini
usianya menginjak setengah abad, namun langkahnya masih tak pernah kalah
denganku yang baru belasan tahun.
Ia
juga tidak mengenyam pendidikan tinggi seperti anggota keluargaku yang lain,
namun ia mampu mendidik kami sampai kami menjadi manusia yang berguna (aamiin).
Mungkin
madu kasih sayang yang kami dapatkan di keluarga berbeda dengan teman-teman
seusia kami (dulu), disiplin, kerja keras, tanggung jawab. Ya semoga bekal
itulah yang akan mengantarkan kami menuju kesuksesan.
Kau
tahu siapa yang aku ceritakan?
Aku
menceritakan ibuku, ibu kami.
Saat
aku mengisi formulir atau sejenisnya, pekerjaan ibu selalu aku isi dengan ibu
rumah tangga. Berbeda dengan teman-temanku yang mengisinya dengan guru, dosen,
PNS, ataupun lainnya. Tapi, kerjanya ibuku sebagai ibu rumah tangga jauh lebih
berat dari mereka yang lain (sejauh pengamatanku). Ibu pagi-pagi sudah
menyiapkan sarapan, bukan hanya untuk kami berlima, terkadang untuk enam sampai
lima belas orang di setiap harinya. Setelah makanan siap perempuan ini menuju
sawah yang jaraknya tak jauh dari rumahku, mengantarkan makanan untuk pekerja.
Untung kalau sehari hanya satu kali, kalau sampai dua kali, berarti tugasnya
bertambah. Setelah itu mengurus rumah beserta jemuran hasil panen di rumah
dikerjakannya sendiri dan atau beberapa orang perempuan lagi sampai sore hari.
Tidur siang? Gak ada!
Ibuku
bukan ibu sosialita. Beliau tak mengenal facebook, sehingga tidak akan mengeluh
dengan update status “Aduch aquwh c4pek b0lak baLik caWah truZ niCh”. Apalagi
menguggah foto selfie-nya saat di sawah di instagram, tidak akan pernah.
Perempuan ini masih sangat sederhana, tidak akan ribut bertukar pin bbm seperti
perempuan yang pernah aku temui di suatu tempat.
Kalau
ibu teman-temanku berperan sebagai mentor saat anaknya menjelang ujian. Rela
mengeluarkan uang beratus-ratus ribu untuk biaya bimbel. Mengantarkan bahkan
menunggu anak gadisnya yang sedang menjalani ujian. Ibuku tidak demikian. Ibuku
lebih suka berlama-lama bersimpuh di akhir sepertiga malam.
Ibumu? Ceritakan padaku.


0 komentar:
Posting Komentar