Sabtu, 05 Juli 2014

Ketika Harus Memilih Putra-Putra Terbaik Bangsa



Prabowo atau Jokowi....


Sehubungan dengan akan diadakannya pagelaran akbar negara, Pemilihan Presiden tahun 2014, saya sebagai pemilih pemula kerap kali dibingungkan dengan berbagai kampanye dua calon presiden yang ada di beberapa media massa. Ada yang menjatuhkan lawan,
tebar kabar burung sana sini, bahkan sampai ada media pers yang dianggap tidak independen karena terlalu memihak salah satu calon presiden. Saya cukup bingung harus percaya terhadap sumber berita yang mana. Disini saya tidak akan mengulas keburukan dua belah pihak, toh semua orang pasti juga memiliki sisi kelemahan dan keburukan, jadi saya akan menguak kebaikannya saja.
Bismillaahirrahmaanirrakhiim
Pak Prabowo Subianto yang dikenal tegas ini,
sebelum memulai kariernya di dunia militer, beliau menempuh pendidikan formal di 4 negara yakni Indonesia, Malaysia, Belanda dan Swiss (kalau saya salah informasi mohon diingatkan). Lalu pada saat menginjak usia remaja, beliau pulang ke Indonesia dan memulai kariernya di dunia militer, dan prestasinya saat itu bisa dibilang cukup gemilang. Setelah diberhentikan dengan hormat dari dunia militer, beliau memulai bisnis yang menjadikannya pengusaha dengan 26 perusahaan.
Lantas bagaimana dengan Pak Joko Widodo?
Pak Jokowi, sapaan akrabnya, namanya mulai dikenal masyarakat ketika menjabat sebagai walikota Solo, dan mulai melambung ketika beliau bersama pasangannya maju sebagai gubernur DKI Jakarta. Beliau ini lulusan S1 Fakultas Kehutanan UGM. Selain menjadi walikota atau gubernur, beliau memiliki perusahaan meubel/properti yang sudah menjamah pasar internasional. Beliau dikenal masyarakat karena begitu banyak pemberitaan di media yang meng-expose beliau dengan hobinya mendatangi pasar, kantor instasi di bawahnya, ataupun tempat umum secara dadakan yang rakyat kenal sebagai “blusukan”. Tentu saja rakyat senang ada pemimpin yang mengerti keinginan rakyat, mau berbaur dengan rakyat, dan yang paling menguntungkan beliau adalah media selalu memberitakannya, selalu, hampir setiap hari. Beruntung sekali bukan? Yaaa....
Lantas apakah Pak Prabowo tinggal diam saja dengan segala kemewahan yang telah ia peroleh? Buat apa memikirkan rakyat, hidup saya sudah lebih dari berkecukupan kok. Ternyata tidak. Sekali lagi, tidak! Beliau ini juga sering mengadakan kunjungan ke berbagai daerah dengan helikopter pribadinya. Yang tentunya cakupannya lebih luas dari “blusukannya” Pak Jokowi. Karena apa? Ya kan beliau tidak terikat dengan jabatannya, jam kerja, dan daerah kekuasaannya. Yang saya tau, Pak Prabowo ini kerap kali berkunjung ke Jember, di kecamatan saya saja sudah dua kali, hehe. Oh iya, yang saya dengar dari simpatisannya yang ada di Boston, Amerika sana... Pak Prabowo ini katanya pendiri LSM pertama di daerah Gunung Kidul sana. Yah saya sih kurang tau juga ya, kan media jarang sekali yang memberitakan kunjungan beliau.
Oh iya, dengar-dengar Pak Prabowo ini yang mendukung majunya Pak Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta dan Kang Emil sebagai walikota Bandung loh, hebat ya.... tokoh yang beliau dukung dan promokan ini sudah dikenal masyarakat luar negeri lo, tentu saja dengan gebrakan-gebrakannya yang membawa dampak positif bagi daerah yang sedang dipimpinnya. Tapi kok yang dulu menjadi kawan politik sekarang menjadi lawan politik? Hehe...
Seperti yang kita tahu, Pak Jokowi sangat peduli dengan rakyat kecil sehingga dalam kampanyenya beliau selalu membela rakyat, memudahkan hidup rakyat kecil, dan seakan-akan kehidupan rakyat kecil akan terangkat setelah beliau menjabat sebagai presiden. Ya, itulah kesan yang kita dapat pada diri pak Jokowi. Padahal kalau kita mau mencari tau tentang Pak Prabowo, kita juga akan mendapatkan sisi kerakyatan beliau. Tahu tidak kalau olahraga berkuda itu terkesan dengan olahraga yang hanya bisa dinikmati oleh keturunan raja, kaum bangsawan, dan kaum elit? Tapi berbeda dengan Indonesia, yang baru saja berhasil dalam kejuaraan berkuda tingkat Asia. Atlet dari Indonesia yang menyabet gelar juara itu anak petani, anak buruh. Bagaimana bisa? Ya bisa dong, Pak Parabowo merelakan kuda-kudanya yang super mahal itu digunakan latihan mereka. Ya, beliau memfasilitasi pemuda-pemuda hebat Indonesia itu. Kalian tahu  tidak rumah pak Prabowo? Rumah dengan super ketat penjagaannya dan bangunan bak istana itu ternyata sebagian dari luasnya digunakan pihak IPSI untuk melatih putra-putri hebat Indonesia dalam persiapan bertanding membela tanah air di kancah Internasional. IPSI itu olahraga bela diri asli Indonesia lho... kalo tidak mendapat perhatian seperti yang Pak Prabowo lakukan, apa kabar ya IPSI 50 tahun mendatang. Hihi, saya terlalu lebay.
Ah saya tidak tahu harus menulis apalagi tentang kedua calon nahkoda yang hendak membawa Nusantara ini ke arah mana. Namun satu yang ada dalam benak saya....
Kalau Pak Jokowi itu seperti induk burung yang selalu menyuapi anak-anaknya sampai kenyang, kalau Pak Prabowo itu seperti induk ayam yang mendampingi anak-anaknya mencari makan. Jadi kalian bisa pikirkan mana yang bagus untuk  rakyat Indonesia jangka panjang.... wallahua’lam? Kalian juga bisa tau kok.
Selamat memilih. Pemilu damai itu indah.
Indonesia Bangkit. Indonesia Hebat.


Ambulu-Jember, 04 Juli 2014

0 komentar:

Posting Komentar