Prabowo
atau Jokowi....
Sehubungan
dengan akan diadakannya pagelaran akbar negara, Pemilihan Presiden tahun 2014,
saya sebagai pemilih pemula kerap kali dibingungkan dengan berbagai kampanye
dua calon presiden yang ada di beberapa media massa. Ada yang menjatuhkan
lawan,
tebar kabar burung sana sini, bahkan sampai ada media pers yang dianggap tidak independen karena terlalu memihak salah satu calon presiden. Saya cukup bingung harus percaya terhadap sumber berita yang mana. Disini saya tidak akan mengulas keburukan dua belah pihak, toh semua orang pasti juga memiliki sisi kelemahan dan keburukan, jadi saya akan menguak kebaikannya saja.
tebar kabar burung sana sini, bahkan sampai ada media pers yang dianggap tidak independen karena terlalu memihak salah satu calon presiden. Saya cukup bingung harus percaya terhadap sumber berita yang mana. Disini saya tidak akan mengulas keburukan dua belah pihak, toh semua orang pasti juga memiliki sisi kelemahan dan keburukan, jadi saya akan menguak kebaikannya saja.
Bismillaahirrahmaanirrakhiim
Pak
Prabowo Subianto yang dikenal tegas ini,
sebelum memulai kariernya di dunia
militer, beliau menempuh pendidikan formal di 4 negara yakni Indonesia,
Malaysia, Belanda dan Swiss (kalau saya salah informasi mohon diingatkan). Lalu
pada saat menginjak usia remaja, beliau pulang ke Indonesia dan memulai
kariernya di dunia militer, dan prestasinya saat itu bisa dibilang cukup
gemilang. Setelah diberhentikan dengan hormat dari dunia militer, beliau
memulai bisnis yang menjadikannya pengusaha dengan 26 perusahaan.
Lantas
bagaimana dengan Pak Joko Widodo?
Pak
Jokowi, sapaan akrabnya, namanya mulai dikenal masyarakat ketika menjabat
sebagai walikota Solo, dan mulai melambung ketika beliau bersama pasangannya
maju sebagai gubernur DKI Jakarta. Beliau ini lulusan S1 Fakultas Kehutanan
UGM. Selain menjadi walikota atau gubernur, beliau memiliki perusahaan
meubel/properti yang sudah menjamah pasar internasional. Beliau dikenal
masyarakat karena begitu banyak pemberitaan di media yang meng-expose beliau dengan hobinya mendatangi
pasar, kantor instasi di bawahnya, ataupun tempat umum secara dadakan yang
rakyat kenal sebagai “blusukan”. Tentu saja rakyat senang ada pemimpin yang
mengerti keinginan rakyat, mau berbaur dengan rakyat, dan yang paling
menguntungkan beliau adalah media selalu memberitakannya, selalu, hampir setiap
hari. Beruntung sekali bukan? Yaaa....
Lantas
apakah Pak Prabowo tinggal diam saja dengan segala kemewahan yang telah ia
peroleh? Buat apa memikirkan rakyat,
hidup saya sudah lebih dari berkecukupan kok. Ternyata tidak. Sekali lagi,
tidak! Beliau ini juga sering mengadakan kunjungan ke berbagai daerah dengan
helikopter pribadinya. Yang tentunya cakupannya lebih luas dari “blusukannya”
Pak Jokowi. Karena apa? Ya kan beliau tidak terikat dengan jabatannya, jam
kerja, dan daerah kekuasaannya. Yang saya tau, Pak Prabowo ini kerap kali
berkunjung ke Jember, di kecamatan saya saja sudah dua kali, hehe. Oh iya, yang
saya dengar dari simpatisannya yang ada di Boston, Amerika sana... Pak Prabowo
ini katanya pendiri LSM pertama di daerah Gunung Kidul sana. Yah saya sih
kurang tau juga ya, kan media jarang sekali yang memberitakan kunjungan beliau.
Oh
iya, dengar-dengar Pak Prabowo ini yang mendukung majunya Pak Jokowi sebagai
gubernur DKI Jakarta dan Kang Emil sebagai walikota Bandung loh, hebat ya....
tokoh yang beliau dukung dan promokan ini sudah dikenal masyarakat luar negeri
lo, tentu saja dengan gebrakan-gebrakannya yang membawa dampak positif bagi
daerah yang sedang dipimpinnya. Tapi kok yang dulu menjadi kawan politik
sekarang menjadi lawan politik? Hehe...
Seperti
yang kita tahu, Pak Jokowi sangat peduli dengan rakyat kecil sehingga dalam
kampanyenya beliau selalu membela rakyat, memudahkan hidup rakyat kecil, dan
seakan-akan kehidupan rakyat kecil akan terangkat setelah beliau menjabat
sebagai presiden. Ya, itulah kesan yang kita dapat pada diri pak Jokowi.
Padahal kalau kita mau mencari tau tentang Pak Prabowo, kita juga akan
mendapatkan sisi kerakyatan beliau. Tahu tidak kalau olahraga berkuda itu
terkesan dengan olahraga yang hanya bisa dinikmati oleh keturunan raja, kaum
bangsawan, dan kaum elit? Tapi berbeda dengan Indonesia, yang baru saja
berhasil dalam kejuaraan berkuda tingkat Asia. Atlet dari Indonesia yang
menyabet gelar juara itu anak petani, anak buruh. Bagaimana bisa? Ya bisa dong,
Pak Parabowo merelakan kuda-kudanya yang super mahal itu digunakan latihan mereka.
Ya, beliau memfasilitasi pemuda-pemuda hebat Indonesia itu. Kalian tahu tidak rumah pak Prabowo? Rumah dengan super
ketat penjagaannya dan bangunan bak istana itu ternyata sebagian dari luasnya
digunakan pihak IPSI untuk melatih putra-putri hebat Indonesia dalam persiapan
bertanding membela tanah air di kancah Internasional. IPSI itu olahraga bela
diri asli Indonesia lho... kalo tidak mendapat perhatian seperti yang Pak
Prabowo lakukan, apa kabar ya IPSI 50 tahun mendatang. Hihi, saya terlalu
lebay.
Ah
saya tidak tahu harus menulis apalagi tentang kedua calon nahkoda yang hendak
membawa Nusantara ini ke arah mana. Namun satu yang ada dalam benak saya....
Kalau
Pak Jokowi itu seperti induk burung yang selalu menyuapi anak-anaknya sampai
kenyang, kalau Pak Prabowo itu seperti induk ayam yang mendampingi anak-anaknya
mencari makan. Jadi kalian bisa pikirkan mana yang bagus untuk rakyat Indonesia jangka panjang....
wallahua’lam? Kalian juga bisa tau kok.
Selamat
memilih. Pemilu damai itu indah.
Indonesia
Bangkit. Indonesia Hebat.
Ambulu-Jember, 04 Juli 2014


0 komentar:
Posting Komentar