![]() |
| Lampu kerlap kerlip di lantai utama MRP |
Menjelang waktu dhuhur, cuaca terik berubah
menjadi mendung. Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya atau yang biasa disebut
MRP semakin sejuk. Hujan rintik membasahi pelataran masjid sewaktu adzan
berkumandang dan semakin deras ketika shalat berjamaah usai didirikan. Seusai
ba’diyah dhuhur, para jamaah berhamburan. Ada yang menerjang derasnya hujan
tetapi lebih banyak yang bertahan di lantai utama, seperti aku. Hujan benar-benar
membawa berkah. Yang semula hendak melanjutkan kegiatan, hendak makan siang, kini
bersantai disini. Ada yang berdiskusi, halaqoh, membaca buku, membaca Al Quran
dan mengulang hafalannya. MRP semakin sejuk dan mendamaikan hati sekaligus
pikiran yang dipenuhi nafsu dunia. Indah sekali bukan?
Meski
tak hujan, aku senang sekali bersandar di antara dua tiang kokoh di lantai
utama MRP ini. Sebagian temanku mengetahui kalau ini adalah tempat favoritku
yang bisa membuatku kecewa ketika datang kemari namun telah ditempati akhwat lain.
Semacam hak milik pribadi. Aku bahagia berada disini. Diiringi bunyi rintikan
hujan, aku ingin berbagi kebahagiaan melalui tulisan ini. Sungguh, aku damai
disini. Tempat ini bukan hanya sekedar tempat untuk shalat. Disini, ada begitu
banyak cita dan cinta. Ada hati kosong yang kembali terisi. Ada hati rapuh yang
kembali kuat. Ada yang belum tahu menjadi tahu. Ada yang hanya sebatas tahu
menjadi kenal lebih dekat.
Begitu
banyak deretan memori yang terekam. Ada perempuan yang selama Ramadhan tak
pernah membeli makanan buka puasa karena giat berburu kajian sekaligus takjil
dan buka puasa. Perempuan yang membawa buku-buku dan handout perkuliahan karena ingin ikut I’tikaf tapi harus menghadapi
UAS. Perempuan yang berbagi jaket karena dingin yang begitu menusuk ketika
tengah malam. Perempuan yang ikut menangis ketika imam shalat malam menangis
sembari menghayati ayat yang dilafalkannya. Perempuan yang mengagumi beberapa
suara yang bacaan surahnya sangat merdu tanpa tahu raut mukanya. Perempuan yang
giat mengajak temannya untuk segera ke pelataran karena takut kehabisan makanan
untuk sahur. Perempuan yang lebih senang mengerjakan skripsinya disini
ketimbang di perpus. Dan perempuan yang selalu ingin kemari untuk melihat lampu
kerlap-kerlip yang baru dipasang. Cita dan cinta tumbuh bersama disini. Cita untuk
menjadi manusia yang bermanfaat dan cinta terhadapNya.
Ditulis pada tanggal 4 Maret 2018 pukul
12.45 WIB di antara dua tiang lantai utama MRP beriringan dengan rintik hujan
yang mulai mereda.

