Minggu, 04 Maret 2018

Cita dan Cinta

Lampu kerlap kerlip di lantai utama MRP
Menjelang waktu dhuhur, cuaca terik berubah menjadi mendung. Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya atau yang biasa disebut MRP semakin sejuk. Hujan rintik membasahi pelataran masjid sewaktu adzan berkumandang dan semakin deras ketika shalat berjamaah usai didirikan. Seusai ba’diyah dhuhur, para jamaah berhamburan. Ada yang menerjang derasnya hujan tetapi lebih banyak yang bertahan di lantai utama, seperti aku. Hujan benar-benar membawa berkah. Yang semula hendak melanjutkan kegiatan, hendak makan siang, kini bersantai disini. Ada yang berdiskusi, halaqoh, membaca buku, membaca Al Quran dan mengulang hafalannya. MRP semakin sejuk dan mendamaikan hati sekaligus pikiran yang dipenuhi nafsu dunia. Indah sekali bukan?
       Meski tak hujan, aku senang sekali bersandar di antara dua tiang kokoh di lantai utama MRP ini. Sebagian temanku mengetahui kalau ini adalah tempat favoritku yang bisa membuatku kecewa ketika datang kemari namun telah ditempati akhwat lain. Semacam hak milik pribadi. Aku bahagia berada disini. Diiringi bunyi rintikan hujan, aku ingin berbagi kebahagiaan melalui tulisan ini. Sungguh, aku damai disini. Tempat ini bukan hanya sekedar tempat untuk shalat. Disini, ada begitu banyak cita dan cinta. Ada hati kosong yang kembali terisi. Ada hati rapuh yang kembali kuat. Ada yang belum tahu menjadi tahu. Ada yang hanya sebatas tahu menjadi kenal lebih dekat.
       Begitu banyak deretan memori yang terekam. Ada perempuan yang selama Ramadhan tak pernah membeli makanan buka puasa karena giat berburu kajian sekaligus takjil dan buka puasa. Perempuan yang membawa buku-buku dan handout perkuliahan karena ingin ikut I’tikaf tapi harus menghadapi UAS. Perempuan yang berbagi jaket karena dingin yang begitu menusuk ketika tengah malam. Perempuan yang ikut menangis ketika imam shalat malam menangis sembari menghayati ayat yang dilafalkannya. Perempuan yang mengagumi beberapa suara yang bacaan surahnya sangat merdu tanpa tahu raut mukanya. Perempuan yang giat mengajak temannya untuk segera ke pelataran karena takut kehabisan makanan untuk sahur. Perempuan yang lebih senang mengerjakan skripsinya disini ketimbang di perpus. Dan perempuan yang selalu ingin kemari untuk melihat lampu kerlap-kerlip yang baru dipasang. Cita dan cinta tumbuh bersama disini. Cita untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan cinta terhadapNya.


Ditulis pada tanggal 4 Maret 2018 pukul 12.45 WIB di antara dua tiang lantai utama MRP beriringan dengan rintik hujan yang mulai mereda.

0 komentar:

Posting Komentar