Selasa, 25 Maret 2014

Ini Ujian Lhooo!! -citcitcit

                Malam ini sebenarnya masih dalam pekan Ujian Akhir Sekolah, bahkan besok mata pelajaran yang diujikan adalah matematika- yang mungkin menjadi momok sebagian besar pelajar. Namun pemikiran-pemikiran yang berkecamuk sedari tadi pagi terlalu menggangguku ketika aku mulai mencoba berkonsentrasi pada sederet rumus yang belum aku pahami dengan benar. Aku harus meluapkan ini, menumpahkan semua keluh kesah ini. Aku sudah mencoba untuk bercerita kepada ibuku, lalu kau tahu apa jawabnya? “iya Bu Guru nggak tahu, tapi kan Tuhan Maha Tahu”. Lalu
apa solusinya? Aku mengaduh pada Tuhanku? Sudah kulakukan sebelum aku menceritakannya pada Ibuku. Puncaknya tadi siang saat ujian kedua dimulai. Hati dan pikiranku saling mendebat, saling riuh saat teman-temanku masih diam terpaku dengan lembar jawaban di hadapannya. Perdebatan ini dimulai dari pikiranku terlebih dahulu yang (mungkin) melukai hatiku.

Pikiran              : “Enak banget sih ujian pake tanya-tanya jawaban ke temen padahal kan dia pinter, nah sini, masuk peringkat lima besar aja belum pernah, pengetahuan pas-pasan, ngerjain sendiri”
Hati                   : “ngapain sih iri, biarin aja kali, yang rugi kan dia sendiri”.
Pikiran          : “hah? Rugi? Rugi darimana? Jawabannya aja dari banyak otak, ya nilainya juga pasti banyak”.
Hati                  : “trus kamu mau ikutan diskusi waktu ujian?”
Pikiran             : “ya enggaklah, enak aja, aku kan mau istiqamah gak nyontek!!”.
Hati                 : “yaudah ngapain masih mikirin orang lain, dia aja ga mikirin kamu”.
Pikiran            : “tapi kan ini ga adil, kan kasian yang berjuang dengan kemampuan sendiri”.
Hati                 : “loh, kamu siapa kok bahas-bahas adil?”.
Pikiran            : “aku? Aku korban dalam kasus ini!”
Hati                 : “duh kamu kok mendramatisir keadaan sih, udah, biarin aja mereka bersikap seperti itu, yang rugi dia kok”
Pikiran            : “ hellaaaw.. gue korbannya keles!!!”
Hati                : “ah kamu alay deh, Tuhan mu kan hebat sih, Tuhan mu pasti tau mana yang terbaik buat kamu”.
Pikiran            : “adil gimana? Lha wong buktinya nilaiku masih di bawah mereka gitu kok”.
Hati            : “ ya berarti usahamu masih kurang, oiyaa kamu inget gak, Tuhan adil kan bukan berarti menyama-ratakan semua mahkluknya”.
Pikiran         : “hehe, iya juga sih.. tapi kan aku berhak memperjuangkan keadilan di atas muka bumi ini”.
Hati                : “kumat deh -____-. Udahlah, kamu inget-inget aja, ga ada perjuangan yang sia-sia kok. Apa yang kamu tanam hari ini, kamu akan menuainya di esok hari”.
Pikiran            : “ what? Masa depan? Kan aku butuhnya sekarang, buat bisa dapetin PTN impian”.
Hati                 : “duh ga sabaran banget sih mbak, seeloooow dong, tenang, Tuhan pasti bales kok”.
Pikiran        : “ah tau ah, males debat sama kamu! Aku ngumpulin jawaban dulu ya, biar cepet pulang, istirahat, tidur!!!”
Hati                 : “ oke, i’ve waited since a few minutes ago :p”.
Pikiran            : “hah alay pisan euh”.


Inti jawaban dari perdebatan pun sama dengan jawaban Ibu, kembalikan semuanya pada Tuhan. You have done the best then lets Allah do the rest, nak.

0 komentar:

Posting Komentar