Senin, 29 September 2014

Teh Nisa "Cantik" !



Bismillaahirrahmaanirrakhiim...
Beberapa bulan yang lalu saya dipertemukan dengan perempuan barpakaian warna hijau lengkap dengan kerudung lebar tanpa ada lekuk tubuh yang terlihat sedikitpun, yang pada awalnya saya malas untuk mengamatinya lebih lama. Saat dimulainya acara tersebut, semua tamu undangan saling bersalaman sebelum duduk di kursi yang telah disediakan. Apa yang perempuan tersebut lakukan? Dia menolak bersalaman dengan guru sepuh sekolah saya. Apa perempuan itu tidak mau bersalaman dengan lawan jenis? Apa takut menyebabkan syahwat? Ah, pak guru kan sudah tua masa iya mau macem-macem Mbak? Perasaan underestimate saya waktu itu dilatarbelakangi perempuan tersebut menolak



bersalaman dengan guru saya yang sudah sepuh. Acara berlangsung cukup lama sampai saatnya acara selesai namun saya dan teman saya belum bisa pulang karena harus menunggu hujan reda. Di saat saya duduk teras gedung, muncul perempuan tersebut dengan langkah manja sambil menggamit lengan laki-laki yang pada saat acara tadi laki-laki tersebut menjadi salah seorang motivator. Hah mbak ini gimana sih, salaman sama pak guruku ga mau, tapi pegang-pegang tangan pacarnya. Cukup lama saya mengamati mereka berdua yang juga sedang menunggu hujan reda, lalu saya menyimpulkan bahwa mereka berdua adalah pasangan suami istri. Saya cukup lama memperhatikan perempuan tersebut sampai akhirnya saya menyebutnya dengan “ Mbak Cantik”. Hari itu pertama kalinya saya melihat perempuan menutup aurat dengan benar namun masih terdapat kesan modis dan fashionable. Ya, dia menjadi inspirator pertama saya dalam menutup aurat dengan benar.
            Beberapa minggu setelah acara tersebut berlalu, saya masih bersemangat menceritakan perempuan tersebut kepada teman-teman. Saya pun masih memikirkan perempuan tersebut sampai berbulan-bulan, bahkan saya sampai mencari nama dan latar belakangnya. Setelah sekitar satu jam membuka sosial media mecari nama ini itu, akhirnya saya menemukan nama laki-laki yang saat itu bersamanya. Saya langsung bersemangat mengunjungi timeline beliau, dan apa yang saya pikirkan saat acara itu benar. Mereka pasangan suami istri, Kang Anggayudha A. Rasa dan Teh Syarifah Annisa. Ahaaa...panggilannya Teh Nisa. Ya, Mbak Cantikku bernama Teh Nisa. Dari hasil pengamatan saya lewat dunia maya, Teh Nisa adalah pribadi yang santun, peduli anak kecil, dan aktif di berbagai organisasi, baik organisasi keagamaan ataupun organisasi nirlaba. Semoga saya dapat menyusul menjadi “Mbak Cantik” dengan segera. (aamiin)


Malang, 29 September 2014, 03.59 WIB

0 komentar:

Posting Komentar