Kamis, 22 November 2018

SUMPAH (kamu) PEMUDA?


Penelitian yang dilakukan oleh Weight Watchers terhadap 2.000 wanita di Inggris menunujukkan kalo wanita itu rata-rata mengkritik dirinya sendiri sebanyak delapan kali dalam sehari. Biasanya yang mereka kritik sih seputar masalah penampilan, keuangan, kegelisahan, bentuk tubuh, dan karir. Kamu salah satu dari mereka ga? (aku sepertinya iya deh gaiss, duhh). Sebenernya apa sih penyebabnya kok kita menilai rendah diri kita atau kerennya low self esteem. Menurut kamu, penyebabnya apa sih? Ada yang tahu? Ada yang tempe? (oposih, aku garing :D)

Ternyata yah gaiss, low self esteem kita itu bisa dipengaruhi oleh budaya media sosial, selfie, dan fenomena Instagram. Dimana banyak wanita lebih mementingkan penampilan di media sosial daripada di kehidupan nyatanya, alhasil yaaaah mereka ini memasang standar tinggi untuk dirinya sendiri. Lah padahal kan ga bakal ada habisnya kalo kita ngikutin gaya hidup yang terpampang di IG, ya kaaan? Nah jadilah kita menciut duluan.

Pernah ga kalian ngerasain minder parah gegara kita masih gini-gini aja sedangkan orang lain yang seumuran kita atau bahkan lebih muda dari kita pencapaiannya udah banyak. Terus ngerasa juga kalau semuanya udah terlambat karena usia udah segini tapi masih belum ada kemajuan apa-apa. Pasti salah satu dari kalian yang kebetulan lagi baca tulisan ini pernah mikir kayak gitu. Dan bersyukurlah kalian yang ngga pernah kepikiran seperti itu, kalian hebat.

Teruntuk kamu, perempuan yang tak kalah hebat karena mampu bertahan di tengah ‘guncangan’. Kamu tau kan kalau misalnya kita ini udah memasuki zaman revolusi industri 4.0 dimana semua-semua terhubung dengan internet. Kita menghadapi banyak perubahan dan menuntut kita untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut, kalau masih keukeh sama yang kemaren, ya sudah dadah bye-bye. Sekarang kita harus mempertahankan eksistensi kita sebagai manusia, sebagai pemuda untuk membuktikan bahwa kita siap dengan perubahan. Caranya gimana nih?

Untuk kalian dan terutama aku sendiri, ayooo berbenah. Jangan terbuai dengan kenikmatan di masa lalu. Kita harus makin cantik, makin keren, makin tegar dan makin bersinar. Mari belajar, berpikir kritis, beride, berakhlak baik, berempati, beragama dan sebagainya. Dakwah story gib’s bilang “Jadilah ‘manusia’, bukan menjadi mesin”. Sudah bukan jamannya lagi perempuan masa kini galau dirundung ketidakpastian si doi. Sudah bukan jamannya lagi perempuan masa kini stress berkepanjangan memikirkan penampilan yang akan digemari orang. Dan udah ngga jaman lagi perempuan masa kini hanya berdiam diri menerima setiap perlakuan dunia yang jauh dari kata adil ini. We deserve better, guys!!

0 komentar:

Posting Komentar