Penelitian
yang dilakukan oleh Weight Watchers terhadap 2.000 wanita di Inggris
menunujukkan kalo wanita itu rata-rata mengkritik dirinya sendiri sebanyak
delapan kali dalam sehari. Biasanya yang mereka kritik sih seputar masalah
penampilan, keuangan, kegelisahan, bentuk tubuh, dan karir. Kamu salah satu
dari mereka ga? (aku sepertinya iya deh gaiss, duhh). Sebenernya apa sih
penyebabnya kok kita menilai rendah diri kita atau kerennya low self esteem. Menurut kamu,
penyebabnya apa sih? Ada yang tahu? Ada yang tempe? (oposih, aku garing :D)
Ternyata
yah gaiss, low self esteem kita itu
bisa dipengaruhi oleh budaya media sosial, selfie, dan fenomena Instagram.
Dimana banyak wanita lebih mementingkan penampilan di media sosial daripada di
kehidupan nyatanya, alhasil yaaaah mereka ini memasang standar tinggi untuk
dirinya sendiri. Lah padahal kan ga bakal ada habisnya kalo kita ngikutin gaya
hidup yang terpampang di IG, ya kaaan? Nah jadilah kita menciut duluan.
Pernah ga
kalian ngerasain minder parah gegara kita masih gini-gini aja sedangkan orang
lain yang seumuran kita atau bahkan lebih muda dari kita pencapaiannya udah
banyak. Terus ngerasa juga kalau semuanya udah terlambat karena usia udah
segini tapi masih belum ada kemajuan apa-apa. Pasti salah satu dari kalian yang
kebetulan lagi baca tulisan ini pernah mikir kayak gitu. Dan bersyukurlah
kalian yang ngga pernah kepikiran seperti itu, kalian hebat.
Teruntuk
kamu, perempuan yang tak kalah hebat karena mampu bertahan di tengah ‘guncangan’.
Kamu tau kan kalau misalnya kita ini udah memasuki zaman revolusi industri 4.0
dimana semua-semua terhubung dengan internet. Kita menghadapi banyak perubahan
dan menuntut kita untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut, kalau masih
keukeh sama yang kemaren, ya sudah dadah bye-bye. Sekarang kita harus
mempertahankan eksistensi kita sebagai manusia, sebagai pemuda untuk membuktikan
bahwa kita siap dengan perubahan. Caranya gimana nih?
Untuk
kalian dan terutama aku sendiri, ayooo berbenah. Jangan terbuai dengan
kenikmatan di masa lalu. Kita harus makin cantik, makin keren, makin tegar dan
makin bersinar. Mari belajar, berpikir kritis, beride, berakhlak baik,
berempati, beragama dan sebagainya. Dakwah story gib’s bilang “Jadilah
‘manusia’, bukan menjadi mesin”. Sudah bukan jamannya lagi perempuan masa kini
galau dirundung ketidakpastian si doi. Sudah bukan jamannya lagi perempuan masa
kini stress berkepanjangan memikirkan penampilan yang akan digemari orang. Dan
udah ngga jaman lagi perempuan masa kini hanya berdiam diri menerima setiap
perlakuan dunia yang jauh dari kata adil ini. We deserve better, guys!!


0 komentar:
Posting Komentar