Minggu, 18 November 2018

Ngeluh Lhoo Gapapa!!

Iseng buka catatan di hape, nemu catatan bulan Maret lalu. Baca, terus manggut-manggut senyum sendiri. Terima kasih yang sudah menginspirasi sepenggal catatan ini (aku lupa ga cantumkan nama inspiratornya di catatan), karena aku yakin ini bukan murni tulisanku. Pasti aku habis baca tulisan atau denger orang terus ngikut-ngikut bahas yang mirip-mirip. Kira-kira tertulislah seperti ini:

Sebenernya yang menjadikan sulit dan membebani diri kita itu yaaaa diri kita sendiri. Orang yang hebat mempunyai goals dan tuntutan yang berat terhadap dirinya sendiri, itulah yang membuat seakan-akan semuanya terasa sulit. Sampe sini, sepakat ga nih kalian? Heheh. Kenapa bisa seperti itu yah? Karena kalau kita ngga menghendaki adanya tuntutan, deadline, standar hidup and whatever that, yaaa… hidup ini akan terasa ringan dan mudah. Ngga ada tantangan dan rintangan, tapi hidup kita juga bakal gini-gini aja, ga akan berkembang. Jadi dari sini bisa disimpulkan kalau misalnya hidup itu sulit dan terasa membebani kita adalah proses agar hidup kita terus berkembang. Seperti yang dibilang oleh Merry Riana, tidak ada pertumbuhan dalam zona nyaman, dan tidak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan. Kurang lebih, tulisan di catatan seperti itu siiih πŸ˜€



Terus sekarang kita, terutama aku, pasti pengen banget kan ada di zona pertumbuhan. Walaupun kadang aku sendiri takut dengan ketidaknyamanan yang akan dihadapi, haha. Tapiiii, life must go on, ngga mau juga kan hidup cuman gini-gini aja. Okeeeh baiklah aku akan menuju zona pertumbuhan. Eh taunya pas lagi nyoba keluar dari zona nyaman, rintangan dan tantangan datang dari berbagai penjuru. WaduhhπŸ‘ΎπŸ‘Ύ

Terus, kalau udah gitu apa sih yang kalian lakuin? Jujur ke diri sendiri yaaaah, kalau aku sih biasanya ngeluh dan banyak berandai-andai. Cobaaa kalo aku gini, pasti ga bakalan gitu. Cobaaa aku jadi dia pasti hidupku ga bakal kayak gini, dan masih banyak lagi andai-andai yang tak mungkin kutulis disini haha (tolong ini contoh yang tidak baik, abaikan saja). Nah waktu itu, aku pernah ada di fase semangatku tinggal sedikit dan rasa syukurku perlu diisi ulang, jadi isinya ngeluuuuuh mulu sambil ga mood buat ngapa-ngapain karena gatau mau memulainya darimana saking banyaknya yang harus dikerjainπŸ˜”πŸ˜©.

Then, aku liat status whatsapp kakak perepuan pertamaku yang bilang “coba banyak-banyak liat instagram @ACTforhumanity biar banyak bersyukurnya”. Langsung kubuka pada saat itu juga nih gaiss, aku scroll sampe bawah dan baca-baca captionnya trus nangis sendiri masaaa 😒😭. Nangisnya malu gaiss, karena ternyata apa yang aku rasain sekarang ga ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dialami oleh saudara-saudara kita yang kebetulan dicapture oleh ACT.

Oh yaaa, aku pengen nanya…. Semalam tidur kalian nyenyak ngga? Alhamdulillah yaaa kalau tidur kalian nyenyak, aku juga, hihi 😬. Tapiiiii, sewaktu kita tidur dengan pulasnya, saudara kita di tempat lain ada yang ga bisa tidur nyenyak. Mereka ketakutan sepanjang hari, karena serangan roket Israel menyerang mereka secara acak. Malam-malam saudara kita dihabiskan dengan melihat cahaya dan nyala terang roket yang dikirimkan dari udara. Nyawa mereka bisa saja melayang sewaktu-waktu. Ngeri banget kaaaaaan?😫 Coba bandingkan dengan kita!! Alhamdulillah masih bisa tidur nyenyak (kadang jam tidurku udah mau nyaingin koala gais, ampuuun deh πŸ˜ͺ😫), laper bisa makan, bosen bisa ngemall, suntuk bisa curhat ke temen-temen. Kalau dengan ini kalian belum bisa bersyukur, coba kalian stalking-stalking sendiri yah. Kalau masih belum bisa juga, mari kita cek hati kita, siapa tau masalahnya ada di diri kita sendiri πŸ˜‰πŸ˜†

Jadi, inti dari tulisan ini apa yah, kok aku juga bingung sendiri, haha. Mungkin…. Kita harus lebih banyak bersyukur kali yaaaa, biar hidup kita yang berat ini terasa ringan. Santai dan kalem aja kalau hidup terasa berat, tandanya kita sedang bertumbuh. Sepakat ngga nih? Haha 😎😎

Much love,


Mukhi❤

0 komentar:

Posting Komentar