Mental
illness adalah kondisi yang mempengaruhi pikiran, perasaan, atau suasana hati
seseorang. Bentuknya ada banyak, bisa dari depresi klinis, gangguan bipolar,
gangguan stress dan trauma, skizofrenia sampai autisme (CMIIW). Terima kasih
banyak untuk Mba Rara yang udah ngajak aku buat kenal skizofrenia dan cari tau
lebih tentang skizofrenia.
Dan
sekarang cari tau sendiri bentuk-bentuk lain dari mental illness. Kenapa bisa
penasaran gitu? Karena bisa jadi, aku adalah salah satu penderitanya (ih ngeri
yaaa, udah ah gamau temenan lagi sama Mukhi). Ssssst, denger-denger susah tidur
juga salah satu bentuk gangguan jiwa lho.
| Pict of Kakak Dayyan, captured five years ago. Semoga sampai nanti terus bahagia kayak di foto ini yah kak 😊 |
Anxiety
disorder atau gangguan kecemasan, ternyata salah satu bentuk mental illness
yang banyak terjadi di Indonesia dan banyak menghantui remaja di usia 15
tahunan ke atas. Persentasenya mencapai 6% atau sekitar 14 juta orang (data
Riskesdas 2013).
Anxiety
disorder ini bentuknya apa sih? Ciri-cirinya gimana?? Gangguan kecemasan ini
ditandai dengan adanya perasaan khawatir, cemas atau takut yang kuat dan
berlebih sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Trus
kenapa harus bahas ini? Ga ada bahasan lain gitu? Banyak gaiss, banyak. Tapi
lagi pengen speak up aja masalah ini, karena bisa jadi orang-orang di sekitar
kita atau mungkin kita sendiri
mengabaikan orang-orang dengan gangguan ini. Malah juga bisa jadi, sikap
dan ucapan kita memperburuk keadaan ‘si penderita’. Dan ‘si penderita’ juga
mungkin sebagian masih enggan untuk terbuka mengenai permasalahannya.
Tapiiiiii… beberapa waktu ini, aku baca banyak banget tulisan temen-temen yang
lagi berjuang untuk sembuh dari gangguan yang satu ini. DEPRESI mereka bilang,
sampai ada yang harus cuti kuliah, ke psikolog, pergi terapi dan konsumsi obat
untuk penyembuhan.
Jadi
sebenernya apa sih penyebab dari gangguan ini? Well, kalau aku baca di
hallo.com, beberapa kebiasaan yang bisa mengganggu kesehatan mental antara lain
sikap pesimis, perfeksionis, pikiran obsesif, rendah diri, kurang tidur, malas
gerak dan memendam amarah. Dan kalau boleh aku nambahin, sikap tidak bangga
terhadap diri sendiri juga bisa jadi salah satu sebabnya (masuk kategori rendah
diri sih yaa sebenernya).
Laluuu,
aku bisa bantu apa buat mereka? Kan itu masalahnya mereka, penyakit mereka.
Yaaaaap, itu masalah mereka, tapiiii, kita juga bisa lhoooo bantu mereka untuk
bangkit. Caranya gimanaaa??
Hargai
mereka. Kadang kita susaaaaah banget memahami dan menghargai orang lain,
mungkin karena tidak sepemikiran dengan kita misalnya. Padahal dengan didengar
dan dihargai, perasaan dan pikiran kita bisa jadi akan lebih membaik. Laluuuu,
yang menurut aku penting banget ialah mengenai ucapan kita. Kalo tidak bisa
membantu menyembuhkan, yaaa setidaknya jangan melukai.
Well,
kayaknya tulisannya ngegantung tak berujung gitu, karena bingung mau ngetik apa
lagi, huhu. Akhir kata, cuman mau bilang “it’s okay to ask for support and stop
doubting yourself, you are so worthy”
Much
love,
Mukhi❤

0 komentar:
Posting Komentar