Minggu, 02 Desember 2018

You are So Worthy!!


Mental illness adalah kondisi yang mempengaruhi pikiran, perasaan, atau suasana hati seseorang. Bentuknya ada banyak, bisa dari depresi klinis, gangguan bipolar, gangguan stress dan trauma, skizofrenia sampai autisme (CMIIW). Terima kasih banyak untuk Mba Rara yang udah ngajak aku buat kenal skizofrenia dan cari tau lebih tentang skizofrenia.
Dan sekarang cari tau sendiri bentuk-bentuk lain dari mental illness. Kenapa bisa penasaran gitu? Karena bisa jadi, aku adalah salah satu penderitanya (ih ngeri yaaa, udah ah gamau temenan lagi sama Mukhi). Ssssst, denger-denger susah tidur juga salah satu bentuk gangguan jiwa lho.
Pict of Kakak Dayyan, captured five years ago. Semoga sampai nanti terus bahagia kayak di foto ini yah kak 😊
Anxiety disorder atau gangguan kecemasan, ternyata salah satu bentuk mental illness yang banyak terjadi di Indonesia dan banyak menghantui remaja di usia 15 tahunan ke atas. Persentasenya mencapai 6% atau sekitar 14 juta orang (data Riskesdas 2013).
Anxiety disorder ini bentuknya apa sih? Ciri-cirinya gimana?? Gangguan kecemasan ini ditandai dengan adanya perasaan khawatir, cemas atau takut yang kuat dan berlebih sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Trus kenapa harus bahas ini? Ga ada bahasan lain gitu? Banyak gaiss, banyak. Tapi lagi pengen speak up aja masalah ini, karena bisa jadi orang-orang di sekitar kita atau mungkin kita sendiri  mengabaikan orang-orang dengan gangguan ini. Malah juga bisa jadi, sikap dan ucapan kita memperburuk keadaan ‘si penderita’. Dan ‘si penderita’ juga mungkin sebagian masih enggan untuk terbuka mengenai permasalahannya. Tapiiiiii… beberapa waktu ini, aku baca banyak banget tulisan temen-temen yang lagi berjuang untuk sembuh dari gangguan yang satu ini. DEPRESI mereka bilang, sampai ada yang harus cuti kuliah, ke psikolog, pergi terapi dan konsumsi obat untuk penyembuhan.
Jadi sebenernya apa sih penyebab dari gangguan ini? Well, kalau aku baca di hallo.com, beberapa kebiasaan yang bisa mengganggu kesehatan mental antara lain sikap pesimis, perfeksionis, pikiran obsesif, rendah diri, kurang tidur, malas gerak dan memendam amarah. Dan kalau boleh aku nambahin, sikap tidak bangga terhadap diri sendiri juga bisa jadi salah satu sebabnya (masuk kategori rendah diri sih yaa sebenernya).
Laluuu, aku bisa bantu apa buat mereka? Kan itu masalahnya mereka, penyakit mereka. Yaaaaap, itu masalah mereka, tapiiii, kita juga bisa lhoooo bantu mereka untuk bangkit. Caranya gimanaaa??
Hargai mereka. Kadang kita susaaaaah banget memahami dan menghargai orang lain, mungkin karena tidak sepemikiran dengan kita misalnya. Padahal dengan didengar dan dihargai, perasaan dan pikiran kita bisa jadi akan lebih membaik. Laluuuu, yang menurut aku penting banget ialah mengenai ucapan kita. Kalo tidak bisa membantu menyembuhkan, yaaa setidaknya jangan melukai.
Well, kayaknya tulisannya ngegantung tak berujung gitu, karena bingung mau ngetik apa lagi, huhu. Akhir kata, cuman mau bilang “it’s okay to ask for support and stop doubting yourself, you are so worthy”

Much love,


Mukhi❤

0 komentar:

Posting Komentar